"Silahkan tulis 2 mimpi kalian dan lipat kertas itu untuk kemudian kalian tukar dengan temen sebangku kalian, dan disimpan baik2. " Aku masih ingat ketika itu aku masih culun2 nya masih polos - polosnya untuk mengetahui apa itu mimpi dan cita-cita. Entah kenapa madinah, kota pimpinan rosul yang ingin ku pijaki nanti ketika Perguruan tinggi, teman sebangku ku masih ingat sampai kemarin aku berangkat. 3 tahun berlalu, aku memutuskan untuk pergi dari sekolah menengah pertama ku untuk ku lanjutkan ke menengah atas. Dengan beda kembali pengalaman, beda kembali teman, beda tempat dan segalanya. Dan katanya jika permpuan ingin melanjutkan studi nya di Madinah harus memiliki mahram, ibuku pun memikirkan bagaimana dan apa yang harus ku lakukan, tiba-tiba Aku terpaut oleh kaka kelas ku yang sekarang sudah tingkat tiga disini. Ketika aku menempati kelas 10, katanya beliau sudah lulus tes ke negeri Kinanah, negeri para nabi. Setaun kemudian kaka kelas yang sama-sama se almamater pula telah menginjakan kaki nya dahulu di negeri ini. Dan akhirnya keputusan bulat untuk melanjutkan studiku di Negeri Kinanah, Mesir.
Perjuangan pengorbanan, sakit, deg2an, segalanya sudah terasa dimasa bangku sekolah. Kini aku sudah dewasa, sudah bukan anak sekolahan lagi yang harus diatur segalanya oleh OSIS dan MPK, bukan anak sekolahan lagi yang kena hukuman guru BK ketika tercyduk bawa HP ke sekolah. Kini satu mimpi ku yang awalnya bukan menuju negeri Kinanah, aku tancapkan kaki dibumi ini dengan penuh kegembiraan. Ini takdir Allah. Aku disatukan dengan orang-orang pilihan yang akan sama-sama berjuang menuju ridlo Allah dengan wasilah tolabul ilmi. Rabbiii, aku tak tau harus bagaimana lagi mengungkapkan rasa syukur yang amat sangat, engkau masih memberikan ku kesempatan untuk merasakan bagaimana perjuangan yang akan kumulai kembali dengan orang-orang sekelilingku tyang baru aku kenal, dengan negara yaang terkenal oleh lautan ilmunya, dengan lingkungan yang katanya banyak orang-orang seperti nabi musa dan banyak pula yang menyerupai fir'aun.
Allah Allah Allah, iya. Hanya Dia yang dapat menjagamu dari segala ketidak enakan dinegeri ini, Dia pula yang memberi mu rizki yang tersedia dan berlimpah di negeri ini, rizki ilmu, pemahaman, makanan dan lain sebagainya.
Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah, setelah semua konsekuensi dan pengorbanan yang akan aku hadapi, entah ini merupakan langkah ku yang berjalan, tapi aku yakin Allah yang menggerakan kaki ku untuk menginjakan nya dinegeri ini. Iyaa mimpi itu satu persatu telah Allah kabulkan, apalagi mimpi2 selanjutnya? Bi idznillah Allah kabulkan pula:)
Belum selesai sampai sini, bahkan ini perjuangan awal yang harus benar-benar aku perjuangkan. Pilihan melanjutkan studi ke timur Tengah memang berat, begitu pula jalan menuju nya pun berat, jalan didalamnya berat, banyak misteri yang tak bisa di tebak. Maka dari itu aku harus memantapkan niat dan langkah setiap waktu.
Do'akan aku kawan-kawan, semoga aku kuat menjalani semua ini. Dan untuk kalian yang berminat melanjutkan studi ke sini, tunggu postingan ku selanjutnya.
Cairo, 10 Januari 2019